Total Tayangan Halaman
Jumat, 06 November 2009
Kamis, 24 September 2009
Kamis, 17 September 2009
Kamis, 10 September 2009
Lightstalkers
http://www.lightstalkers.org
Journalists, filmmakers, photographers, and professional travelers. | Lightstalkers
Journalists, filmmakers, photographers, and professional travelers. | Lightstalkers
Minggu, 17 Mei 2009
Minggu, 22 Maret 2009
Tanpa Judul
Sesaat waktu seperti berhenti
Saat mata perlahan terpejam dan ruh perlahan serasa merayap meninggalkan tubuh dalam hening dan sendiri
Tubuh yang selama ini berjalan dengan tujuan, namun tak pernah meyakini kbenaran perjalanan yang telah terlalui
Dan ketika hari terus berganti
Ketika malam menjadi siang, siang berganti malam hingga siang datang kembali
Waktu berlalu begitu saja tanpa banyak meninggalkan bekas atau banyak bekas tertinggalkan terhapus begitu saja meninggalkan pertanyaan yang agaknya akan abadi
Oooh malam, Oooh siang
Sampai kapan kau akan berikan jawaban atas pertanyaan mendasar perihal keterciptaan sepatah kata "aku"
Sementara meraka diluar sana tlah temukan atau bahkan sama sekali tak acuhkan
Sedangkan aku masih terkukungkung dilorong ini sambil berjalan gontai mempertanyakan kebenaran2
Sesekali ruang kesadaran tersentuh
Namun sering kali dengan penuh kesadaran aku berjalan dengan ketidak benaran merasa bijak dengan berbagai pembenaran akal yang terkadang tak masuk akal
Sampai kapankah aku akan berjalan dengan ketidak benaran sambil mempertanyakan kebenaran
Entahlah, biarkan sang waktu membimbingku, biarkan sang surya yang tenggelam menyadarkanku, biarkan sang bayu yang berhembus melipur perihku, biarkan air yang mengalir sejukkan hati, biarkan alam raya yang berdendang menjadi guru membawaku untuk kembali berjalan pada jalan ridhoMU
Saat mata perlahan terpejam dan ruh perlahan serasa merayap meninggalkan tubuh dalam hening dan sendiri
Tubuh yang selama ini berjalan dengan tujuan, namun tak pernah meyakini kbenaran perjalanan yang telah terlalui
Dan ketika hari terus berganti
Ketika malam menjadi siang, siang berganti malam hingga siang datang kembali
Waktu berlalu begitu saja tanpa banyak meninggalkan bekas atau banyak bekas tertinggalkan terhapus begitu saja meninggalkan pertanyaan yang agaknya akan abadi
Oooh malam, Oooh siang
Sampai kapan kau akan berikan jawaban atas pertanyaan mendasar perihal keterciptaan sepatah kata "aku"
Sementara meraka diluar sana tlah temukan atau bahkan sama sekali tak acuhkan
Sedangkan aku masih terkukungkung dilorong ini sambil berjalan gontai mempertanyakan kebenaran2
Sesekali ruang kesadaran tersentuh
Namun sering kali dengan penuh kesadaran aku berjalan dengan ketidak benaran merasa bijak dengan berbagai pembenaran akal yang terkadang tak masuk akal
Sampai kapankah aku akan berjalan dengan ketidak benaran sambil mempertanyakan kebenaran
Entahlah, biarkan sang waktu membimbingku, biarkan sang surya yang tenggelam menyadarkanku, biarkan sang bayu yang berhembus melipur perihku, biarkan air yang mengalir sejukkan hati, biarkan alam raya yang berdendang menjadi guru membawaku untuk kembali berjalan pada jalan ridhoMU
Selasa, 10 Maret 2009
Pelatihan Warga
| Start: | Mar 11, '09 3:00p |
| End: | Mar 13, '09 |
Dasar2 Comunity Base Tourism (CBT)
Introduksi Karst, Tenik caving & guiding
Lokasi Dsn Blimbing, Pnjong
Kamis, 05 Maret 2009
Caving Indonesia
Dataran karst terbentang luas di Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini
Hampir di setiap pulaunya mempunyai bentang lahan ini
Menyimpan berjuta misteri di dalam perut buminya
yang tersimpan rapi dalam kegelapan dan kesunyian yang abadi
Keindahan tersembunyi, ilmu pengetahuan, flora fauna,
sungai bawah tanahny menunggu untuk di telusurai
hayooooooooooooooo
tunggu apa lagi
masih banyak yang belum di ketahui dalam perut bumi
ga usah jauh2 ke bulan dulu
Kita kuak bareng2 misteri Illahi Robbi ini
Yang lagi jenuh menerobor lebatnya rimba di jamin puas menerobos gelapnya lorong gua
Yang lagi capek menapaki gunung2 dijamin tambah ga capek menelusuri lorong2nya
Yang lagi males berenang di jamin jd bergairah lagi berenag di sungai2nya
yang lagi doyan diving dijamin bakal tertarik belajar lagi cave diving
yang lagi nulis di jamin lagi bad mood
wkkkkk
salam
Hampir di setiap pulaunya mempunyai bentang lahan ini
Menyimpan berjuta misteri di dalam perut buminya
yang tersimpan rapi dalam kegelapan dan kesunyian yang abadi
Keindahan tersembunyi, ilmu pengetahuan, flora fauna,
sungai bawah tanahny menunggu untuk di telusurai
hayooooooooooooooo
tunggu apa lagi
masih banyak yang belum di ketahui dalam perut bumi
ga usah jauh2 ke bulan dulu
Kita kuak bareng2 misteri Illahi Robbi ini
Yang lagi jenuh menerobor lebatnya rimba di jamin puas menerobos gelapnya lorong gua
Yang lagi capek menapaki gunung2 dijamin tambah ga capek menelusuri lorong2nya
Yang lagi males berenang di jamin jd bergairah lagi berenag di sungai2nya
yang lagi doyan diving dijamin bakal tertarik belajar lagi cave diving
yang lagi nulis di jamin lagi bad mood
wkkkkk
salam
Extreme Indonesia 2009 JCC
| Start: | Mar 27, '09 12:00a |
| End: | Mar 29, '09 |
InsyaAlloh buka stan
Isinya Potensi wisata karst (Caving dll)
Kamis, 26 Februari 2009
Sang Rembulan
Ketika senja tiba
langit kemerahan di ufuk barat
ketika itu sang rembulan dengan ragu menghiasi lagit sore itu
Dan ketika mentari semakin pergi
Rembulan gundah menengadah
Sinar indahnya membias di sapu lampu-lampu malam
Tak seperti rembulan di dusun tempatku
Sang rembulan begitu merekah, menebar asa menenangkan jiwa dan raga yang seharian bekerja
Tapi di kota ini, rembulan tak bisa apa2
Dan ketika malam semakin larut
Bukan kesunyian, bukan pula suara jangkrik atau katak yang merangkai irama
Bukan pula indahnya bulan di temani gemintang
Terdengar lirih tapi begitu nyata menghiasi malam
Ratapan resah,gelisah dan gundah
Dari tubuh-tubuh lelah
Lelah memikul mimpi, obsesisi tak lain nafsu yang membuat lupa
Lupa akan hakikat hidup, mewarnai hidup, bahwa hidup untuk mati
Bahwa mati untuk menepati janji
Begitu juga sang rembulan sore tadi
Sinarnya cerminkan lelah, lelah melawn zaman
Lelah melawan lompu2 kota yang menebar uforia
Menindih tubuh2 rapuh, yang segera hayut, larut terbawa jaman
Hidup ini untuk mati teman
Jangan terlalu larut, karena petang pasti akan datang
Aku pengingatmu, begitu juga jangan lupa ingatkan aku kalo petang kan segera datang
langit kemerahan di ufuk barat
ketika itu sang rembulan dengan ragu menghiasi lagit sore itu
Dan ketika mentari semakin pergi
Rembulan gundah menengadah
Sinar indahnya membias di sapu lampu-lampu malam
Tak seperti rembulan di dusun tempatku
Sang rembulan begitu merekah, menebar asa menenangkan jiwa dan raga yang seharian bekerja
Tapi di kota ini, rembulan tak bisa apa2
Dan ketika malam semakin larut
Bukan kesunyian, bukan pula suara jangkrik atau katak yang merangkai irama
Bukan pula indahnya bulan di temani gemintang
Terdengar lirih tapi begitu nyata menghiasi malam
Ratapan resah,gelisah dan gundah
Dari tubuh-tubuh lelah
Lelah memikul mimpi, obsesisi tak lain nafsu yang membuat lupa
Lupa akan hakikat hidup, mewarnai hidup, bahwa hidup untuk mati
Bahwa mati untuk menepati janji
Begitu juga sang rembulan sore tadi
Sinarnya cerminkan lelah, lelah melawn zaman
Lelah melawan lompu2 kota yang menebar uforia
Menindih tubuh2 rapuh, yang segera hayut, larut terbawa jaman
Hidup ini untuk mati teman
Jangan terlalu larut, karena petang pasti akan datang
Aku pengingatmu, begitu juga jangan lupa ingatkan aku kalo petang kan segera datang
Kamis, 15 Januari 2009
Nuansa Seribu Pulau
Langganan:
Komentar (Atom)