Total Tayangan Halaman

Rabu, 24 September 2008

Pantai Siung




Pantai yang terletek di sisi selatan sebelah timur kabupaten Gunungkidul ini memang sangat layak untuk dikunjungi. Pantai ini pernah di gunakan untuk acara Asian Climbing Gathering, setelah acara ini gagal diadakan di fietnam karena Tzunami 2006 lalu(kalo ga salah Lho). Memang untuk masstourism fasilitasnya belum begitu komplit.
Setidaknya tersedia lapangan parkir luas, penginapan berupa rumah panggung (modelnya los-losan), MCK, Warung dengan berbagai masakan laut dan mushola. Tetapi buat yang doyan petualangan, alias special interest tourism fasilitasnya sangat berlimpah. Pantai yang indah, enak dinikmati baik pagi dan sore hari (Siang panas Brooo). Siangnya kita bisa berpuas2 menikmati suguhan alam.
Sisi sebelah barat pantai merupakan jajaran batuan yang sangat menantang untuk di panjat. Tentunyan agak berbeda dengan jenis batuan andesit, karena yang terdapat disini adalah batuan kapur. Berbagai vareasi jalur dapat di pilih, mulai artificial/aid climbing sampai sport climbing.
bagi yang pengen nonton aja. Ada smacam lapangan kecil beserta sebuah gubuk dengan pandangan lepas ke lautan. Disini nih paling enak menymbut senja. Matahari yang kembali ke peraduan nampak begitu eksotis di ufuk barat.
Bagi yang kurang begitu bisa climbing bisa mencoba menelusuri gua (caving). Tak jauh dari pantai ssiung terdapat 2 buah gua yang sudah disurfei dan sangat layak untuk di kunjungi, bahkan lebih dari layak karena dekorasi gua tersebut sangat luar biasa. Bahkan kita bisa bingung untuk melangkah karena hampir setiap tempat di tumbuhi oranamen gua.
sore atau malamnya kita bisa berpusa2 bakar ikan yang bisa di pesan di nelayan setempat. tempat yang begitu indah ini sangat layak untuk di pake kumpul orang banyak. Tapi blm ada listrik loh. Tapi kalo mo maksa, ada jg genset untuk di sewa,
Berdasar potensi inilah, kami beberapa penelusur gua dengan modal asa berusaha membantu sodara2 kami di tempat itu. Memberi sedikit bantuan keterampilan untuk pengelolaan tempat tersebut, agar nantinya tidak sekedar jadi penonton bila tempat ini berkembang. Seperti beberapa tempat wisata laen, yang di kelola baik oleh pemerintah maupun swasta yang kurrang berhasil. Biasanya babarap hak masyarakat setempat terenggut.
Bahkan sudah ada gagasan tempat ini akan di swakelola oleh pemerintahan desa, Menjadi Comunity Base Tourism. Namun sayang karena cekaknya dengkul kami, kami belum bisa menindak lanjuti untuk pelatihan berikut.
salam.........
Maaf sesi tebing ma pantainya ga komplit, cuma sambi lalu

Sabtu, 06 September 2008

Mari Belajar menghargai Alam

Lingkungan gua merupakan lingkungan yang rentan terhadap gangguan.
Buat temen2 yang senang kegiatan dialam bebas tentunya sangat memahami kondisi ini.
Dari mulai terbentuknya sampai berkembang menjadi lorong2 yang eksotis
Pembentukannya memakan waktu yg sangat lama, sampai jutaan tahun. Hingga binatang penghuni di dalamnyapun, karena minimnya sinar matahari dan nutrisi mengalami banyak adaptasi

Terutama untuk gua2 di kawasan gamping, bentang lahan ini pada mulanya terbentuk di bawah permukaan laut berupa terumbu karang yang tersusun dari jasad2 hidup. Karena kerak bumi ini sangat dinamis hingga bisa mengalami pemelaran terjadi penggelaman terumbu, sehingga mencapai ketebalan tertentu. Nah karena proses geologi yang dahsyat pula, berupa pergeseran lempeng2 benua, beberapa tempat terangkat kepermukaan. Bisa di bayangkan, menurut info, sebagian area Pegunungan Jaya Wijaya. Sebagian tersusun dari batuan kapur atau karbonat yang tadinya terbentuk di bawah permukaan laut. Itu bisa di buktikan dengan ditemukannya fosil2 terumbu di area itu. Luar biasa, tempat setinggi itu awalnya terbentuk di bawah permukaan laut. Ada yang mencengankan lagi, beberapa saat yang lalu ada rekan dari arkeologi yang mengungkapkan bahwa, daratan kapur Gunungkidul pernah timbul dan tenggelam lebih dari sekali. Walaupun belum di publish karena memang perlu pembuktian yang lebih kuat, namun cerita itu akan membuat takjub bagi para pemerhati bentang lahan semacam itu

Nah sekarang sering terdengar istilah karst
Kalo asal usulnya istilah ini bisa di cari sendiri yaaaaaaa...
Jaman internet gitu loooooooh
Karst adalah bentang lahan  yang mengalami pelarutan(dalam kasus ini gamping), pelarutan ini di sebut karstifikasi. Batu gamping memang secara fisik kuat, tetapi secara kimia lemah dan mudah terlarutkan oleh asam yang terkandung dalam air hujan. Ciri2 kawsan karst diantaranya terbentuknya gua2 bawah tanah dan betukan psitif dipermukaan yang spesifik seperti bentuk kerucut terbalik seperti di daerah karst di Gunungkidul, bentukan negatif berupa lembah2. Fenomena di permukaan yang begitu memukau ini sungguh luar biasa


Namun tak kalah menariknya bagi para petualang adalah bentukan lorong dibawah permukaan tanah yang disebut gua, baik yang vertikal dan horisontal. Di jawa gua vertikal lebih dikenal dengan nama luweng. Sedangkan gua horisontal ya gua saja. Gua baik horisontal maupun vertikal sama manantang dan menariknya. Begitu banyak potensi didalamnya yang sangat layak untuk dilihat.
 potensi2 itu diantaranya bentukan lorong, sungai bawah tanah, oranamen (speleothem), biota dll.