Total Tayangan Halaman

Kamis, 27 Januari 2011

Penelusuran Gua

Start:     Feb 3, '11 4:00p
Location:     Komplek Pantai Siung, Gunungkidul Yogyakarta
Pendampingan Pendidikan Lanjutan Galaksi 45 Yogyakarta

Selasa, 25 Januari 2011

Survei Komplek Pantai Siung GLK 45




Pagi-pagi sepulang kerja masuk malam, dengan sedikit memaksakan diri aku harus namani survei lokasi kegiatan. Hari sebelumnya dikabari adik-adik angkatan di unit kegiatan mahasiswa pecinta alam mau ngadain kegitan penelusuran gua. Ribetnya lagi sebagian juga pengen panjat tebing. Untuk mengakomodir semua itu, akhirnya dipilih pantai siung.
Pantai siung yang berada di kabupaten gunungkidul, pada salah satu sisinya memiliki Jajaran tebing yang biasa di gunakan untuk kegiatan pemanjatan tebing di alam bebas. Banyak jalur yang dapat dipilih dengan berbagai fareasi tingkat kesulitan. Tempat ini juga menjadi tempat favorit bagi banyak penggiat pemanjatan tebing alam di Yogyakarta.

Tak jauh dar penatai siung juga banyak terdapat gua-gu yang dapat di gunakan untuk kegiattan penelusuran gua, baik gua vertikal maupun horisontal. Salah satunya gua Seben dan Semurup

Tunggu liputan selanjutnya ya

Untuk Kegiatan Penelusuran gua & panjat tebing
Galaksi 45 Yogyakarta

Survei Pantai Siung

Start:     Jan 24, '11 2:00p
Location:     Komplek Pantai Siung, Gunungkidul Yogyakarta
Untuk kegiatan penelusuran Ggua
& panjat tebing
Galaksi 45 Yogyakarta

Kamis, 20 Januari 2011

Rabu, 19 Januari 2011

Misteri Air terjun Banyutibo




Kegiatan alam bebas agak lama tak kujalani
Karena kesibukan dan segala macam alasan omong kosong
Namun kerinduan menghirup udara segar bebas polusi dan kedahagaan mata menatap keindahan alam karunia Ilahi Robbi yang terus bergejolak, membuatku menyempatkan diri memenuhi kedahagaan itu.

Hari semakin siang, waktu menunjukkan pukul 10 lebih. Sebenarnya cuaca kurang bagus, mendung berarak menyembunyikan matahari diatas sana. Kekhawatiran timbul, trip yang telah terencana akan berjalan kurang baik. Namun tak apalah, setidaknya dengan perjalanan ini nanti kepenatan akan sedikit terobati. Bersama seorang teman, menggunakan sepeda motor untuk medan semi offroad (Kawasaki KLX 150) kami memulai perjalanan.
Setelah selesai mengisi bahan bakar di SPBU jalan wonosari, motor kami lajukan kearah kecamatan Semin kabupaten Gunungkidul, wilayah yang berbatasan dengan wilayah kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Laju motor agak kencang, mengejar keterlambatan dari rencana keberangkatan, he... he... he... budaya molor memang susah dihilangkan



Tujuan kami yang pertama, sebuah air terjun. Aku tahu tempat ini dari sebuah akun Facebook wisata Gunungkidul, tempat yang namanyapun aku lupa. Walaupun sebenarnya kami minim informasi mengenai tempat ini, dalam benak kami terpikir "toh masih bisa tanya di jalan", setidaknya kami tahu lokasinya di kecamatan Manyaran kabupaten Wonogiri.

Setelah melaju kurang lebih 30 menit dari kota Wonosari, tibalah kami di kecamatan Semin. Tepatnya di perempatan pasar semin. Dari tempat ini, di depan sana barisan perbukitan mulai terlihat dan nampak begitu molek. Nafsupun semakin bergairah, motor kami belokkan kearah kanan melewati jalan raya semin kearah Cawas untuk mencapai persimpangan jalan Semin Manyaran. Melewati jalan ini, laju motor agak santai, mata kami disuguhi hamparan sawah yang menghijau dan deretan perumahan khas pedesaan disepanjang kanan dan kiri jalan. Mata dan otak menjadi fresh, perjalanan menjadi begitu nikmat diatas Kawasaki KLX 150. Sesekali jalanan yang berlubang kami kami lindas dengan suspensi yang relatif lembut khas off road, sesnsasi berkendara dengan motor menjadi lebih terasa.


Saking enjoynya hampir lupa bertanya, sampai terlihat ada beberapa
penduduk setempat dipinggir jalan.
Laju motorpun kami kurangi sampai berhenti. Setelah mematikan mesin untuk menghormati, kamipun bertanya mengenai tempat itu. Dengan antusias bapak itu menjawab, sambil sesekali memperhatikan motor-motor kami. Maklum motor jenis ini memang tidak begitu banyak beredar dan terlihat menarik atau lebih tepatnya kelihatan aneh . Dari bapak ini didapat informasi bahwa nama air terjun itu adalah Air Terjun Banyu Tibo, Dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya air jatuh. Nama yang cukup sederhana, namun akankan perjalanan kami akan sesederhana namanya...???? kuharap tidak Estimasi jarak tempuhnya kurang lebih 5km lagi.
Perjalanan dilanjutkan, sambil sesekali bertanya lagi karena banyaknya persimpangan dan daya tangkap serta daya ingat kami yang sama-sama lemah . Memasuki rute jalan kampung, berkendara semakin mengasyikan. Sebagian kecil jalan telah diaspal, selabihnya jalan berupa cor semen dan jalanan berbatu atau tanah. Sudut kemiringan jalan terkadang melebihi 45 derajat dan jalanan bergelombang. Sesekali tikungan tajam mengasyikan untuk dilewati dengan KLX 150. Apalagi melewati perkampungan dan ladang-ladang persawahan teras siring, semua begitu terasa nikmat.
Sempat terbayang, seaandainya di jok bagian belakang duduk seorang gadis cantik, tentu akan lebih komplit .
Hahahahahahaaaaaa....
Namun untunglah semua itu tidak terjadi.
Sesekali kami harus mengerem dengan kuat, menyebabkan efek deselerasi
Terkadang pula harus berdiri melewati jalanan bergelombang.
Tentu konsentrasi akan terpecah, karena akan terjadi tubrukan benda tidak di kenal dari arah belakang
Dan itu bisa menjadi suber bahaya sekunder, karena konsentrasi akan pecah memikirkan benda tak dikenal itu tadi.
Sesekali perjalanan kami hentikan untuk bertanya lagi dan mengambil beberapa gambar, berbekal kamera handphone Nokia 5230
Tak apalalah, yang penting ada dokumentasi.

Akhirnya kami sampai di rumah terakhir, terdekat dengan Banyutibo.

Subkhannallooh......
Dalam hati aku bersyukur bisa sampai di tempat ini.
Udara yang sejuk dan bersih, suasana yang tenang, sawah menguning menghampar, jajaran perbukitan berdiri gagah dengan penduduk yang terkenal ramah.
Di belakang sana, pandangan jauh lepas kearah Wonogiri karena tempat ini berada diatas ketinggian. Sungguh paduan yang sempurna. Sampai aku berandai-andai, seumpama punya rumah ditempat ini, tentu akan tenteram sekali.
Maklum, walaupun aku juga orang desa, mata, otak, hati, paru-paru dan tubuh ini telah tercemar racun kota. Untuk mengabadikan rasa takjubku itu, beberapa frame gambar kubuat. Sementara temanku Heri berbincang menanyakan medan jalan menuju lokasi air terjun.
Penduduk yang kami temui menyarankan untuk menitipkan saja motor-motor kami. Karena medannya tidak bisa dilalui dengan sepeda motor. Namun karena niat kami juga untuk beroffroad ria, setelah ijin untuk mencoba, kami lanjutkan perjalanan dengan sepeda motor.
Wakakakakakakakkkkkaaaaa..!!!!!!
Setelah menyeberangi persawahan kami terhenti. Didepan sana medan terjal terlihat.
Imposibel untuk meneruskan, terkecuali menggunakan motor jenis khusus untuk medan terjal xtreme  yaitu jenis trial. Akhirnya diputuskan untuk kembali dan menitipkan motor. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki saja.
Dasar orang-orang sok teuuuuu.......

Rasa takjub tak lenyap-lenyap, begitu perjalanan melewati pematang sawah
terasiring yang hijau menghampar

Di seberang sana jajaran perbukitan batuan breksi megah berdiri kokoh bernaung  langit yang membiru, dibalut pepohonan hijau dan sawah menguning menghiasi kaki-kakinya.
Sementara di belakang pandangan semakin lepas kebawah karena tempat yang lebih tinggi dari tempat tadi
Seringkali perjalanan kami hentikan untuk mengambil gambar sambil sesekali berpose.
Mungkin kalo dalam aliran lukisan biasa di sebut aliran narsisme
Wakakakakakak........
Keringat mengucur dan nafas yang sedikit terengah terasa lenyap begitu saja.
Lanscape menakjubkan dan udara yang segar menghapuskan semua itu.
Perasaan luarbiasa yang cukup lama tak kurasakan
Sesaat kemudian kegembiraan bertambah, ketika puncak air terjun Banyutibo nampak dikejauhan.
Nafsu semakin memuncak dan langkah sedikit kami percepat, walau sesekali tetap sambil mengambil gambar.

Rasa takjub bertambah ketika Air terjun itu hadir menjulang di depan mata
Air memancar dari puncak tebing dengan curah yang bisa di bilang tidak kecil.
Tempat ini masih begitu alami, belum tersentuh oleh kebiadaban pengelolaan obyek wisata bersifat mass tourism yang tidak berkelanjutan
Suara air menderu ketika curahan air itu mencapai dasar air terjun, menerpa batu besar yang ada di bawah sana.
Untuk mencapai dasar air terjun kami harus menuruni jalanan setapak dengan medan yang tidak terlalu sulit
Huuuaaaaaaaaaaaaaaaa.........!!!!!!!
Sungguh perasaan yang luar biasa bisa berada di tempat ini
Air yang mencurah membentuk pemandangan yang luar bisa indah untuk direkam dalam bentuk gambar.
Dan ketika menengadahkan kepala keatas, awan berarak cepat muncul dari balik bukit menghiasi langit yang membiru.
Namun sayang sekali, kami hanya mempersenjatai diri dengan kamera handphone, hingga momen-momen itu tidak terekam dengan baik.
Subjek susah terdeteksi komposisinya, karena layar yang susah terlihat akibat dilapisi dengan screenguard anti spy (kata penjualnya, karena beli second hand ).
Tapi gak papalah dari pada tak ada sama sekali. 


Hempasan angin dari air terjun begitu sejuk  bahkan cenderung dingin.
Kami beristirahat sejenak untuk sekedar mengisi perut denagn roti yang kami beli dijalan, dan beberapa teguk air untuk mengganti cairan yang hilang sepanjang perjalanan dari rumah tadi.
Beberpa batang rokok yang dihisap terasa begitu nikmat di tempat ini.
Akhirnya badan ini tak kuasa menahan diri untuk mencebur ke air dan mandi di bawah air terjun itu.
Memang tidak bisa mandi di bawahnya langsung karena hempasannya yang cukup kuat.
Namun disisi kanan kiri jatuhan utama cukup aman untuk mandi atau juga bisa naik ke atas batu besar yang ada didasar air terjun itu.
Asiknya lagi, didasar air terjun tidak terbentuk kolam yang dalam sehingga bisa mendekati titik jatuh air.
Hanya saja perlu sedikit berhati-hati karena batuan yang licin serta dibeberapa tempat, batu agak tajam bagi kaki-kaki lembut khas kaki perkotaan
Wihihihihiihi
Air terasa begitu sejuk hingga kotoran-kotoran didalam otaku terasa ikut terlarutkan.
Begitu asiknya membuat rasa ingin sekali berlama-lama mandi di bawah air terjun
Namun badan yang tinggal tulang sama kentut ini, akhirnya kedinginan juga
Wakakakakakakkkkkkkkak
Hhuuaaaaaaaaaaaaaaaa..!!!!!!
Rasanya gak pengen pulaaaaaaang, ga usah balik kejaaaaa, bikin pusiiiiiing!!
Ahihihihihihiiiiiiiiii.......

Beberap lama kemudian, setelah agak puas
Kami tetap bersantai-santai di tempat itu. Bahkan saat gerimis tiba-tiba datang, enggan rasanya beranjak.
Aku hanya mengeluarkan jas hujan untuk menutupi daypack-daypack kami agar terlindung dari air hujan.
Untunglahlah gerimis itu cepat berlalu.
Matahari kembali memancar dan udara kembali menghangat.
Setelah menyempatkan diri update status di Fb dan mengeplot koordinat dengan fitur gps yang ada di handphone, sambil terus mengambil beberapa gambar, dengan berat hati kami putuskan untuk kembali untuk meneruskan perjalanan.
Aku berencana untuk mengunjungi situs purbakala Sokoliman di daerah Gunungkidul.
Namun
sayang, mataku membentur pemandangan tak sedap.
Sampah plastik bertebaran di mana-mana. Walupun tempat ini belum dikembangkan, namun beberapa orang yang mengetahui tempat ini sudah banyak yang berkunjung.
Setelah packing dan mengumpulkan sampah plastik bungkus makanan kecil yang bertebaran tadi untuk dibawa pulang, kami segera beranjak untuk kembali ke tempat penitipan kendaraan tadi.
Sepanjang perjalanan kembali, rasa takjub yang hinggap enggan untuk pergi juga.
Sambil berjalan aku terus mengambil gambar serasa tak pernah puas.
Seandainya ada kamera digital dan handycam, tentu lanscape ini akan terekam lebih indah dan detail

Tiba di tempat penitipan, setelah istirahat sejenak dan berpamitan kami segera bergerak.
Mesin kunyalakan dan suara mesin kembali meraung merdu.
Kami bergerak perlahan menuruni jalan terjal pedesaan menuju tujuan berikut. Dalam hati aku berjanji


"aku akan kembali untuk mengambil lebih banyak gambar"Aku rasa tempat ini tak kalah indah dengan foto-foto sawah teras siring yang berada di pulau Bali itu.
Hmmmmmmm......!!!!!!!!

"Take the beauty, leave the nature"
   Salam

Lihat foto selengkapnya di album: Air Terjun Banyutibo & Situs Sokoliman

Air terjun Banyutibo & Situs Sokoliman




Trip
Untuk cerita serunya lihat di blog berjudul "Misteri Air terjun Banyutibo"
Salam

Touring

Start:     Jan 16, '11 1:00p
Location:     Wonogiri & Gunungkidul
Ke Air terjun banyutibo & situs sokoliman

Kamis, 13 Januari 2011

Surya Kencana

Dan ketika hujan reda
Malampun berlalu tersiram moleknya surya kencana
Hadirkan titik embun, basuh dan sejukkan jiwa-jiwa yang lelah mengembara
Mengembara tuk gapai mimpi, angan dan harapan

Dan ketika surya semakin meninggi
Seakan beri iyyarat untuk segera bangkit dan berdiri
Lepas dari jerat angan dan mimpi
Meniti kembali kelok terjal dan berduri
Tuk kembali mencari dan gapai yang hakiki
Apa makna hadir di bumi ini