Lingkungan gua merupakan lingkungan yang rentan terhadap gangguan.
Buat temen2 yang senang kegiatan dialam bebas tentunya sangat memahami kondisi ini.
Dari mulai terbentuknya sampai berkembang menjadi lorong2 yang eksotis
Pembentukannya memakan waktu yg sangat lama, sampai jutaan tahun. Hingga binatang penghuni di dalamnyapun, karena minimnya sinar matahari dan nutrisi mengalami banyak adaptasi
Terutama untuk gua2 di kawasan gamping, bentang lahan ini pada mulanya terbentuk di bawah permukaan laut berupa terumbu karang yang tersusun dari jasad2 hidup. Karena kerak bumi ini sangat dinamis hingga bisa mengalami pemelaran terjadi penggelaman terumbu, sehingga mencapai ketebalan tertentu. Nah karena proses geologi yang dahsyat pula, berupa pergeseran lempeng2 benua, beberapa tempat terangkat kepermukaan. Bisa di bayangkan, menurut info, sebagian area Pegunungan Jaya Wijaya. Sebagian tersusun dari batuan kapur atau karbonat yang tadinya terbentuk di bawah permukaan laut. Itu bisa di buktikan dengan ditemukannya fosil2 terumbu di area itu. Luar biasa, tempat setinggi itu awalnya terbentuk di bawah permukaan laut. Ada yang mencengankan lagi, beberapa saat yang lalu ada rekan dari arkeologi yang mengungkapkan bahwa, daratan kapur Gunungkidul pernah timbul dan tenggelam lebih dari sekali. Walaupun belum di publish karena memang perlu pembuktian yang lebih kuat, namun cerita itu akan membuat takjub bagi para pemerhati bentang lahan semacam itu
Nah sekarang sering terdengar istilah karst
Kalo asal usulnya istilah ini bisa di cari sendiri yaaaaaaa...
Jaman internet gitu loooooooh
Karst adalah bentang lahan yang mengalami pelarutan(dalam kasus ini gamping), pelarutan ini di sebut karstifikasi. Batu gamping memang secara fisik kuat, tetapi secara kimia lemah dan mudah terlarutkan oleh asam yang terkandung dalam air hujan. Ciri2 kawsan karst diantaranya terbentuknya gua2 bawah tanah dan betukan psitif dipermukaan yang spesifik seperti bentuk kerucut terbalik seperti di daerah karst di Gunungkidul, bentukan negatif berupa lembah2. Fenomena di permukaan yang begitu memukau ini sungguh luar biasa
Namun tak kalah menariknya bagi para petualang adalah bentukan lorong dibawah permukaan tanah yang disebut gua, baik yang vertikal dan horisontal. Di jawa gua vertikal lebih dikenal dengan nama luweng. Sedangkan gua horisontal ya gua saja. Gua baik horisontal maupun vertikal sama manantang dan menariknya. Begitu banyak potensi didalamnya yang sangat layak untuk dilihat.
potensi2 itu diantaranya bentukan lorong, sungai bawah tanah, oranamen (speleothem), biota dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar