Total Tayangan Halaman

Selasa, 03 Juni 2008

Kontroversi Kawasan Karst

Kontroversi pemanfaatan potensi alam di kawasan karst mungkin hal yang sudah jamak. Ini dapat di pahami, karena kawasan ini sangat rentan mengalami degradasi. Kekayaan ilmiah dan hayati selalu bertolak belakang dengan ekploitasi di bentang lahan yang banyak orang mengatakan eksotis. sampai saat ini belum ada formula yang mujarab untuk mengatasi permasalahan ini. Konflik berkepanjangan berbagai kepentingan baik berbagai instansi maupun para ahli mewarnai setiap pembahasan oleh forum-forum yang pernah ada. Namun semua itu menjadi sia-sia karena sering melupakan apa dan siapa kawasan karst itu sendiri. Kadang dalam setiap perbincangan banyak ahli yang melupakan bahwa ada orang-orang yang tinggal di tempat itu dan perlu dipikirkan. Namun kadang ada pula yang memanfatkan keberadaan penduduk sebagai legalitas pendapatnya.

Ah bikin bikin pusing aja... Namun bagi orang-orang yang peduli mau tak mau harus ambil pusing. Penambangan gamping dan fosfat semakin mengancam. Baru-baru ini Gua tlogo mulai dirambah para penambang fosfat. sebagian penduduk setempat mulai sadar dengan kondisi ini. Pengalaman Gua lowo yang rusak dan tidak menghasilkan manfaat seberapa bagi penduduk setempat membuat mereka tersadar. Namun para penambang tak kalah cerdik dengan lobi-lobi ala orang mapan berdasi di kota besar sana. Undangan makan ditujukan kepada personal pemilik tanah. Padahal sampai saat ini tidak ada ketegasan tentang pengelolaan dan kepimilikan sebuah gua, walaupun peraturan sudah ada. Belum lagi cerita lama keangkuhan orang-orang "beruang" yang melakukan penambangan gamping di komplek bedoyo da tempata lain yang merupakan reservoar air untuk gua-gua disekitarnya, dan bukan tidak mungkin merupakan daerah tangkapan air yang menyuplai ke sungai bawah tanah bribin yang sedang diupayakan untuk dimanfaatkan untuk menghidupi ribuan orang yang mengalami kesulitan air bersih di Gunungkidul tiap musim kemarau tiba.

Jadi pertanyaannya tidak adakah pemanfaatan yang lestari untuk kawasan ini. Yang menguntungkan semua pihak bukan hanya sebagian orang saja. Atau ketamakan dan kerakusan harus mengangkangi bentang lahan eksotis ini. Ataukah lagi harus menunggu perdebatan panjang yang entah kapan berakhir dan entah apa ada aksi riil setelah rembug dan debat itu usai. Yang pasti penduduk setempat akan menanggapi setiap tawaran berbau ekonomi karena mereka memang selayaknya mendapat manfaat ekonomi dari tempat dimana mereka lahir dan mengais rejeki. Tinggal siapa yang maju terlebih dahulu orang rakus atau orang yang berpikir panjan bagaimana kehidupan kedepan. Tapi biasanya orang rakus lebih optimis dan berani untuk maju.

Ini hanyalah keluh kesah dilandasi seidkit rasa tak berdaya. Dan maafkan pula jika kekurangthuan serta keterbatasan wawasan saya membuat tulisan ini muncul Jangan sampai ada yang tersinggung dengan tulisan ini. Bila ada yang ingin mengklarifikasi atau berbagi pengetahuan itu memang yang ditunggu-tunggu.

Tulisan Komplitnya Nyusul ya....ha...ha...fotonya mungkin nanti juga ada..he..he..he..tapi gak janji kapan. hi..hi..hi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar