Usahlah maunya diakui dihargai dimengerti
Tak mau mengakui menghargai mengerti
Setiap hal, individu itu berbeda
Lupakan yang lalu toh tak menjadi apa-apa, akupun demikian
Hadapi realita di ujung hidung di pucuk telunjuk
Atau sekali lagi waktu menggilas habis kembali tak menjadi apa apa
Gunakan nalar, lisan secukupnya gembalakan imajinasi kemana pergi
Selebihnya biarkan jaringan kuat otot merengkuh waktu yang belum tahu dimana ujungnya
Dan biarkan air terus mengalir, angin berhembus daun daun terus tumbuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar