Total Tayangan Halaman

Minggu, 14 Maret 2010

UNTUK APA

Hari sudah malam rupanya

Sesaat yang lalu tawa tangis, canda ratab, sorak isak, puji maki, terdengar riuh saling berganti

Tiba-tiba berganti  kesunyian semu

Sesaat detak kesadaran seolah berhenti, ketika sederet aksara teruntai bak cerita anak manusia melintas begitu saja di depan mata yang semakin sayu menatap rutinitas pergantian waktu tak lagi berbinar mengharap esok pagi

Namun nuraninya tergelitik walaupun nalarnya seakan tak berjalan lagi

Merayap coba meraba makna, bak orang bijak menelaah kisah, coba memetik makna bait syair cerita anak manusia yang di terawangnya

Tiba-tiba logikanya berhenti, kembali jiwa lelahnya dibenamkan dalam-dalam dibiaranya dijerat erat helai-helai sutra kerapuhan, sesaat saat logikanya berkata “untuk apa”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar